Wednesday, 5 November 2014

sejarah (biografi mansur)


BIOGRAFI
AKU INGIN MELIHAT MATA HARI
nama: mansur
ttl     ; Karang Raya.17.10.1992
alamat:kab. Kapuas Hulu.kec. Boyan Tanjung.dusun. Karang Raya
no hp  :085822438022

Segelintir latar belakang
Dalam gelamornya dunia gelobalisasi banyak anak yang seusianya hidup mewah dan serba dalam kecukupan baik dari segi ekonomi maupun pinansial lainya. Seperti langit dan bumi itulah kata yang cocok untuk anak yang bernama MANSUR. Hiupnya banyak dia habiskan di dunia perkerjaan yang bukan pada sepantasnya pada usia kala itu.
Dalam hidupnya dia hanaya percaya pada kata-kata atau perinsip yang dia pegang yaitu disetiap ada kemauan pasti ada jalan dan do’a selalu tidak terlupakan saat dia memulai langkahnya menuju suatu harapan besar.
Awalnya dia adalah anak yang hampir putus asa ketika dia melihat kehidupan orang lain yang jauh sekali berbeda dari kehidupan dalam keluarganaya. Dia merasa bahwa hidupnya memang segitulah garinya yang tuhan tentukan padanya. Hari berlalu demi hari, minggu belalu demi minggu, bahkan tahun bergati demi tahun tampa ada satupun harapan yang dia harapkan dari rotasi watu tersebut, dia bagaikan tak menikmati watu yang berlalu adalah suatu peroses seharusnya dia lakukan. Sebenarnaya kepahitan hidup adalah batu loncatan untuk hidup yang lebih baik.

SEJARAH KEMERDEKAAN PERBEDAAN PENDAPAT ANTARA GOLONGAN TUA DAN MUDA

SEJARAH KEMERDEKAAN BANGSA INDONESIA

A.      Latar Belakang
Menjelang kemerdekaan republik indonesia ada beberapa hal yang terjadi di Indonesia yang mana semua tujuan tersebut untuk proses kemerdekaan bangsa indonesia, seperti perbedaan pendapat antara golongan tua dan golongan muda. Tujuan dari kedua golongan tersebut tidak lain tidak bukan hanyalah untuk kemerdekaan bangsa indonesai itu sendiri. Yang memisahkan atua menjadi sedikit permasalahan dari kedua golongan tersebut adalah proses atau jalan yang di tempuh seperti” golongan tua menghendaki kemerdekaan mutlak dari pengakuan jepang”. Golongan tua tidak mau mengambil resiko apa bila proses kemerdekaan ini berlalu dengan pertumpahan darah yang sangat besar, dan mereka juga ingin menarik simpati dimata dunia internasional bahwa bangsa indonesia bisa menjaga ketertiban dunia dan keamananya.
Sedangkan golongan muda malah sebaliknya mengiginkan kemerdeaan dengan cara apapun yang penting bangsa indonesia bisa merdeka meskipun harus ada pertumpahan darah. Golongan muda tidak mau menyia-nyiakan kesempatan yang kebetulan itu bangsa jepang mengalami kekalahan perang pasifik. Golongan muda juga tahu bahwa belanda akan datang lagi ke indonesia, maka mereka tidak mau merelakan kesempatan itu. Secara jika bangsa indonesia dapat melepaskan diri dari jajahan jepang bangsa belanda tidak berhak menduduki bangsa indonesia karena bangsa belanda telah menyerah kepada bangsa jepang pada tahun 1942.secara mutlak kala itu bangsa jepang lah yang berhak atas bansa indonesia pada saat itu.

Tuesday, 14 October 2014

sejarah cerita anak kuliah

dalam hati mereka bukan tiada susah, melainkan beribu penderitaan yang terselubung dalam kalbu. namun mereka menyikapi dengan tersenyum dan mencoba dibawa bahagia.
tempat warung kopi merupakan tempat mereka mendapatkan berbagai inspirasi yang mana mereka berharap suatu saat ketika mereka selesai berjuang pengelaman itu bisa mereka bawa pulang dan dijadikan suatu revolusi di daerah masing-masing.
dalam menyusuri kehidupan yang lebih baik teryata pahit, asam itulah yang menjadi teman dalam peroses perputaran waktu selama mereka berjuang menempuh kehidupan.
mendapatkan emas, intan tidaklah dengan gampang melainkan kita harus mengali didalam dasar tanah yang begitu dalam bahkan jika mau banyak kita harus mengunakan sedikit dari media, yaitu harta dan kemauan yang keras.
saya sesungguhnya berasal dari keluarga yang kurang mampu. hidupku tak seindah anak kecil khayalkan tentang kehidupan orang dewasa.
perjuangan ku untuk mendapatkan apa yang ku inginkan bukan dari cita-cita ketika ku selesai dari bangku SMA melainkan dari saya duduk dibangku SD kls VI.
melihat kekiri dan kekanan apa yang bisa aku bangakan ternyata semuanya kosong dan gelap, sebagai konsekuensinya dari sekarang lah saya merancang langkah dan keterbebasan dalam proses mudanya.
banyak perkerjaan orang dewasa kala itu yang mesti tak harus saya lakukan terpaksa saya lakukan karena sudah menjadi tuntututan hidupku yang kuarang beruntung bila dibandingkan dengan orang yang seba berkecukupan.